Sejarah Literasi di Indonesia: Perjalanan Panjang Menuju Peningkatan Angka Melek Huruf
11/26/20251 min read
Pengenalan Sejarah Literasi di Indonesia
Literasi merupakan salah satu pilar penting untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Di Indonesia, perjalanan sejarah literasi sangat menarik untuk ditelusuri. Dimulai dari zaman kolonial, literasi di Indonesia mengalami banyak kemajuan dan tantangan. Dalam blog ini, kita akan membahas bagaimana perjalanan literasi di Indonesia berkembang dari waktu ke waktu.
Era Kolonial dan Literasi
Pada masa kolonial Belanda, pemerintahan kolonial hanya memberikan akses pendidikan kepada golongan tertentu. Sebagian besar masyarakat pribumi dibiarkan dalam ketidaktahuan, dengan angka melek huruf yang sangat rendah. Meskipun ada sekolah-sekolah yang didirikan, mereka umumnya hanya diperuntukkan bagi anak-anak kelompok elit. Namun, selama masa ini, banyak tokoh lokal yang mulai memperjuangkan pendidikan dan literasi bagi masyarakat luas.
Pascakemerdekaan dan Upaya Peningkatan Literasi
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pemerintah mulai menyadari perlunya meningkatkan literasi di kalangan masyarakat. Berbagai program pendidikan dan kampanye literasi diluncurkan, termasuk penyebaran buku dan materi pendidikan lainnya. Melalui gerakan ini, pemerintah berupaya untuk meningkatkan angka melek huruf, terutama di daerah pedesaan yang selama ini tertinggal.
Salah satu program terobosan adalah Gerakan Literasi Nasional yang diluncurkan pada tahun 2016. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya baca dan tulis di seluruh lapisan masyarakat. Dengan proyek-proyek seperti ini, angka literasi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut data UNESCO, angka melek huruf di Indonesia meningkat dari 85% pada tahun 2000 menjadi lebih dari 95% pada tahun 2020.
Tantangan di Era Digital
Meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai, tantangan baru kini muncul di era digital. Dengan maraknya penggunaan teknologi dan internet, literasi informasi menjadi semakin penting. Generasi muda kini perlu dibekali dengan kemampuan untuk memilah dan menganalisis informasi yang mereka terima dari berbagai sumber. Program-program literasi informasi perlu diperkuat agar masyarakat Indonesia tidak hanya melek huruf, tetapi juga melek informasi.
Kesimpulan
Sejarah literasi di Indonesia menunjukkan bahwa perjalanan ini masih panjang dan penuh tantangan. Dari masa kolonial hingga saat ini, kemajuan yang dicapai perlu diimbangi dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi informasi. Dengan pendidikan yang berkualitas dan akses yang lebih luas, Indonesia dapat menciptakan masyarakat yang tidak hanya melek huruf, tetapi juga cerdas dalam menghadapi berbagai informasi di era digital.
